Wilujeng Sumping...

Ini blog seorang mida, yang -seperti manusia lainnya- punya banyak kisah dan masalah untuk diceritakan dalam perjalanan hidupnya. Silakan masuk, duduk di mana aja dan baca-baca sesuka hati. Mau teh atau kopi? ^_^

11 Desember 2009

Miss You, Riz....

It seems like yesterday when the first time i saw you....

Kau begitu cantik, mungil dan menggemaskan. Dengan kulit putih, bulu mata tebal dan lentik serta luar biasa cerewet (meskipun kata-katanya tidak dimengerti manusia dewasa ^_^), kau membuat jatuh cinta setiap orang yang melihatmu.

"Mbak Midaaa...!" Adalah kata-kata penuh semangat yang selalu kau teriakkan setiap kali kita bertemu. Di belakang, Dimdim, adikmu, berusaha mengikuti dengan berteriak, "Bida...bidaaaa...!". Matamu membulat dengan mulut mungil berceloteh lucu. Dan kita akan bermain, membuat para orang tua geleng-geleng kepala dengan keonaran yang kita buat, meninggalkan ruang demi ruang dalam keadaan berantakan sambil berkejaran riang gembira.

Secara silsilah, kau harusnya memanggilku 'tante'. Tapi, jarak umur yang tak jauh membuatmu lebih senang memanggilku 'mbak'. Dan siapa yang tak bangga diakui kakak oleh seseorang yang begitu cantik dan cerdas sepertimu? Meski, dengan perbedaan warna kulit yang seperti kue lapis (lapisan putih-milikmu; lapisan coklat tua-milikku), orang-orang sering menyangsikan bahwa kita bersaudara. Ah, jangankan denganmu, di keluargaku memang akulah anak perempuan dengan kulit tergelap dengan rambut bergelombang, sementara yang lain berambut lurus mulus seperti rambutmu. Papa dan Mama sering setengah mengejek, bahwa aku merupakan tiruan almarhumah nenek buyut (yang hidungnya pun -jika dilihat dari samping- konon tidak rata seperti hidungku, tapi bedanya punya almarhumah lebih mancung, hehe...).

Semakin beranjak besar, semakin jarang pertemuan kita, hanya terjadi di masa-masa libur sekolah. Tapi, itu tak pernah mengurangi keakraban yang ada. Diramaikan oleh Dimdim yang selalu berusaha mengikuti apapun yang kita lakukan. Begitu ceria, begitu menyenangkan. Pikirku, keceriaan ini takkan habis hingga kita tua.

Hingga kudengar kabar bahwa orang tuamu mengirimmu ke benua lain untuk melanjutkan sekolah. Astaga, kau bahkan baru kelas satu SMP, dan kau dilepaskan sendirian di negeri orang! Antara ngeri dan antusias dengan pengalaman baru, aku sering memikirkan keberadaanmu di sana. Seperti apa teman-temanmu? Apa yang kau makan di sana? Rindukah engkau pada rumah? Kabar-kabar tentang keberhasilanmu menjadi obat pertanyaan-pertanyaan kangenku. Kau ternyata berbakat di bidang seni, hingga salah satu lukisanmu dipajang di museum lokal di sana.

Pertemuan kita yang terakhir adalah saat kau lulus senior high, beberapa bulan sebelum aku mengundurkan diri dari kampusku yang lama dan memutuskan pindah ke Jogja. Aku ingat dengan kecanggungan yang tercipta saat malam itu kita duduk diam berdua di depan televisi, menonton acara musik. Benakku berputar-putar berusaha mencari bahan obrolan. Tapi, kita seolah telah berada di dua dunia yang begitu berbeda. Hanya beberapa kalimat yang terucapkan hingga aku memutuskan tidur lebih awal dengan menyimpan kekecewaan.

Sekarang.... Kau benar-benar menjadi asing bagiku. Bertahun-tahun aku kehilangan kontak denganmu. Saat seorang sepupu memperlihatkan fotomu, ah, kau telah menjelma menjadi perempuan dewasa yang begitu cantik. Dengan badan bongsor (seperti ayahmu), kulit putih dan rambut panjang dicat merah, kau bahkan lebih cantik dari semua wanita bule yang ada dalam fotomu. Mama bilang kau seperti fotomodel.

Dan kau kini kesulitan berbahasa Indonesia.

Aku berusaha mencari jejakmu di Google, Friendster dan Facebook. Kuketikkan nama lengkapmu, tapi selalu nihil. Terakhir, aku kembali iseng mencarimu. Lalu muncullah namamu di linked-in. Sebuah situs yang menghubungkan para pekerja profesional di seluruh dunia. Order Management at Reuters, Sidney based area adalah yang tertulis sebagai jabatan pekerjaanmu. Kau yang selalu hebat, tentu saja. Aku bangga padamu.

Beberapa waktu yang lalu, saat aku ke Jakarta menemui salah satu tante kesayanganmu, aku mendengar kabar tentangmu. Bahwa minum wine telah menjadi bagian dari gaya hidupmu. Bahwa baju-baju minim bahan, telah membuatmu merasa cantik. Bahwa bagimu, pergi haji ke Mekkah tak ada gunanya dibandingkan pergi berlibur keliling Eropa. Bahwa tiap orang harus mengurus urusannya sendiri dan tak perlu memikirkan masalah orang lain.

Masya Allah.... Sesuatu di sudut hatiku begitu sakit dan sedih. Aku tak rela kehilanganmu dan lebih tak rela mengetahui kau telah kehilangan agamamu. Ketika aku menemukan akun facebook-mu melalui profil seorang ponakan, aku memandang fotomu. Kau telah memotong rambutmu menjadi lebih pendek. Lucunya, aku memang selalu mengingatmu dengan gaya rambut seperti itu. Lalu kata demi kata kutuliskan dalam message, sambil membayangkan dirimu saat kecil dulu meneriakkan namaku dengan semangat. Dan begitu aneh rasanya karena sekarang aku harus 'berbicara' padamu dalam bahasa asing dengan grammar yang mungkin acak-acakan. Menanyakan kabarmu, dan bolehkah aku menambahkanmu di daftar pertemananku.

Hingga hari ini kau tak pernah membalasnya. Mungkin kau sibuk karena pekerjaanmu membuatmu sering bepergian antarnegara. Mungkin inbox-mu terlalu penuh hingga pesanku terkubur di dalamnya. Mungkin kau sedang mengingat-ingat tentang aku hingga kau memutuskan untuk menunda membalasnya. Atau mungkin, aku yang tak ada apa-apanya ini telah terhapus dari memorimu yang dipenuhi hal-hal lebih penting.

Ah, Riz.... Meskipun kau telah melupakanku dan menjalani peran asing yang sama sekali tak menyentuh kehidupanku, Tuhan Maha Tahu, aku selalu sayang dan bangga padamu....

6 komentar:

  1. ..
    Gak dianggap emang nyebelin ya, tantenya Risma..
    He..he..
    ..
    Look a round and you'll see..
    Lho kok kayak judul tulisanku..
    Hik..hik..
    :-D
    ...

    BalasHapus
  2. Bukan ga dianggap, tapi dia udah lupa dengan keberadaanku, hiks...

    Septa promosiiiii.... hehehe....

    BalasHapus
  3. maybe someday she's gonna back to the right way (jiiiahhh, pake bahasa Inggris)

    BalasHapus
  4. Anak kucing biru, amiiiin... Thx ya! :)

    BalasHapus
  5. Risma ntu yg wewe blg makannya banyak ntu yah, yg disuruh warnain rambut pas indonesia-oz (kl g salah)lg hot-hotnya

    BalasHapus
  6. yoi we... tapi skrg dah confirm di fb-ku koq ^_^ ternyata dia masih inget diriku...

    BalasHapus